Sebelum Anda percaya atau forward ke grup keluarga

Jangan buru-buru percaya. Cek dulu

CekDulu membantu Anda mengenali potensi penipuan digital dengan cepat, lewat analisis AI yang sederhana, aman, dan mudah dipahami — baik untuk diri sendiri maupun untuk orang tua di rumah.

  • Bisa analisis chat, link, email, dan nomor telepon
  • Hasil ringkas dengan skor risiko dan saran tindakan
  • Dirancang untuk siapa saja, termasuk yang belum terbiasa dengan teknologi

Tempel Pesan, Link, atau Nomor Telepon

Anda tidak perlu memilih jenisnya dulu — cukup tempel apa saja, AI kami yang akan mengenalinya.

0 / 1200

Perlu API key Gemini gratis (klik tombol "API Key" di pojok kanan atas) supaya AI bisa aktif.

⚠️ Hasil ini adalah indikasi berdasarkan pola umum, bukan vonis pasti. Kalau masih ragu, jangan klik apa pun dan tanyakan ke keluarga atau lapor ke pihak berwenang.

Alasan Kami Membuat Ini

Kenapa CekDulu penting?

Penipuan digital paling sering menyasar orang-orang yang jarang diajari cara mengenalinya — ibu rumah tangga, perempuan lanjut usia, dan siapa pun yang baru mengenal teknologi. Satu link yang diklik tanpa curiga bisa membuat tabungan bertahun-tahun hilang dalam sekejap.

CekDulu hadir supaya selalu ada jeda sebelum percaya. Cukup tempel pesannya di sini, dan biarkan AI membantu memeriksa lebih dulu — sebelum Anda mengambil keputusan.

411K+

Laporan penipuan online di Indonesia sepanjang 2025

Sumber: OJK / IASC via Tirto ↗
Rp7,5 T

Kerugian akibat scam & spam di 2026, lansia jadi korban utama

Sumber: Wamenkomdigi, Jun 2026 ↗
89%

Penipuan digital terjadi lewat pesan WhatsApp

Sumber: Indonesia Anti-Scam Centre ↗
64%

Penipuan terjadi lewat panggilan telepon (vishing)

Sumber: Indonesia Anti-Scam Centre ↗

Cara Kerja

Tiga langkah, kurang dari satu menit

Langkah 1

Tempel, ketik, atau bicara

Salin pesan/link/nomor telepon yang mencurigakan, atau unggah screenshot-nya. Bisa juga langsung bicara lewat mikrofon.

Langkah 2

AI membaca pola

Gemini AI mengenali ciri umum penipuan: urgensi, permintaan OTP, tautan aneh, klaim hadiah, dan lainnya.

Langkah 3

Lihat hasil analisis

Muncul skor risiko, jenis penipuan, alasan, dan saran tindakan yang jelas.

Kenali Sejak Dini · Update Pola 2026

Jenis-jenis penipuan yang perlu diwaspadai

Ini 9 modus yang paling sering ditemukan di Indonesia sepanjang 2026. Silakan tunjukkan ke orang tua atau kerabat Anda supaya mereka juga mengenalinya.

🎭

Impersonation (Penyamaran Identitas)

Pelaku menyamar sebagai CS bank, marketplace, atasan, bahkan keluarga — lengkap dengan logo dan foto profil asli supaya korban tidak curiga.

🤖

AI-Enhanced Scams (Penipuan Berbasis AI)

Chat otomatis yang rapi, deepfake suara/video, hingga KTP palsu yang meyakinkan — AI membuat penipuan makin sulit dibedakan dari yang asli.

🚔

Digital Arrest (Penangkapan Digital Palsu)

Pelaku mengaku polisi/jaksa lewat video call dengan atribut palsu, menakut-nakuti korban soal kasus hukum agar buru-buru transfer "uang jaminan".

💼

Employment Scams (Lowongan Kerja Palsu)

Tawaran kerja santai bergaji besar, lalu korban diminta bayar "biaya training" atau "deposit naik level" sebelum pelaku menghilang.

🆘

Recovery Scams (Pemulihan Dana Palsu)

Menyasar korban yang sudah pernah tertipu, mengaku bisa mengembalikan dana — padahal ini penipuan kedua yang memanfaatkan trauma korban.

💔

Romance / Pig Butchering (Penipuan Asmara)

Membangun kedekatan emosional lebih dulu, baru mengajak "investasi bersama" — korban "digemukkan" rasa percayanya sebelum dikuras habis.

📷

QR & Link Palsu

QR code di poster atau tautan mirip situs resmi yang mengarahkan ke website palsu, atau diam-diam memasang malware saat dipindai/diklik.

👶

Virtual Kidnapping (Penculikan Virtual Palsu)

Mengklaim menculik anggota keluarga, kadang pakai rekayasa suara AI, supaya korban panik dan transfer "uang tebusan" tanpa sempat verifikasi.

💳

Ghost-Tapping & Fraud Stamping

Data kartu curian dipakai bertransaksi contactless dari HP pelaku, atau dicuri lewat perangkat tersembunyi — korban baru sadar saat tagihan membengkak.

Sumber: Diskominfo Kabupaten Malang, 2026 ↗

Pertanyaan Umum

Yang sering ditanyakan

Tidak. CekDulu memberi indikasi berdasarkan pola umum penipuan, bukan keputusan final. Selalu gunakan penilaian Anda sendiri, dan tanyakan ke orang yang Anda percaya kalau masih ragu.

AI membaca teks atau gambar yang Anda kirim, lalu mencocokkannya dengan pola umum penipuan (rasa mendesak, permintaan OTP, link mencurigakan, klaim hadiah, dan sejenisnya). Semakin banyak dan semakin kuat pola itu muncul, semakin tinggi skornya. Ini perkiraan berdasarkan pola bahasa, bukan pemindaian teknis ke sistem bank atau operator telepon.

Data kerugian dan pola penipuan nasional kami ambil dari sumber resmi seperti OJK, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dan Kementerian Komunikasi & Digital. Data ini dipakai sebagai konteks umum, bukan database nomor atau rekening penipu secara real-time.

Tidak. Teks, suara, atau gambar yang Anda masukkan hanya dikirim ke AI untuk dianalisis saat itu juga, dan tidak disimpan di server manapun oleh CekDulu.

CekDulu memakai Gemini API dari Google. Untuk versi demo ini, setiap pengguna memasukkan API key gratis miliknya sendiri (dari aistudio.google.com) supaya penggunaan tetap aman dan gratis bagi semua orang.

Segera putuskan koneksi internet, jangan masukkan kode OTP apa pun, ganti password akun penting, dan laporkan ke cekrekening.id atau bank terkait.

Sudah menjadi korban atau menemukan penipuan?

Laporkan ke saluran resmi supaya rekening pelaku bisa diblokir dan orang lain ikut terlindungi.